INFORMASI
Ingat dan lakukan


"Membaca itu mejadikan kita mengetahui sesuatu"
×

Wednesday, March 9, 2016

Startup Asal Indonesia pun Ternyata Ikut Serta di Ajang MWC 2016

Startup Asal Indonesia pun Ternyata Ikut Serta di Ajang MWC 2016

   Mobile World Congress (MWC) 2016 yang berlangsung di kota Barcelona merupakan ajang tahunan yang menjadi momen para perusahaan teknologi dunia untuk menunjukkan kecanggihan produk miliknya. Dan ajang ini pun jadi momen para startup yang tengah berkembang untuk unjuk gigi. Tak terkecuali adalah startup yang berasal dari dalam negeri.


   Menurut informasi yang dilansir dari Kompas Tekno, sebuah startup asal Indonesia pun diketahui berpartisipasi pada ajang tersebut. Adalah dua developer asli Indonesia bernama Anton Nasser dan R. Ari Sudrajat yang nekat untuk menunjukkan kemampuan aplikasi anti spam buatannya di level dunia. Aplikasi tersebut bernama Clean Messaging.

   Ari pun mengatakan kalau ajang MWC 2016 ini merupakan momen bagi para developer kecil dan menengah untuk bisa tampil di level dunia. Dan hal inipun juga menjadi salah satu tujuannya. Bersama dengan Anton, dia berharap kalau mereka bisa menarik perhatian operator telekomunikasi ataupun vendor gadget yang selanjutnya bisa dijadikan rekan kerjasama.

   Aplikasi Clean Messaging ini merupakan sebuah aplikasi anti spam yang diluncurkan oleh kedua pria ini pada bulan November 2015 lalu. Dan aplikasi ini bisa diintegrasikan pada berbagai jenis perangkat. Termasuk pula bisa dijadikan sebagai sarana filter spam pada smartphone. Terlebih aplikasi ini memberikan berbagai manfaat, termasuk di antaranya menghindarkan pemilik ponsel dari pesan yang mengganggu seperti SMS promosi, penipuan ataupun phising.

   Clean Messaging ini juga sudah tersedia di Google Play Store dan bisa diunduh secara cuma-cuma. Ari mengungkapkan kalau pengguna aplikasi anti spam ini sudah mencapai sebanyak 20 ribu orang, mayoritas berasal dari Indonesia. Mereka pun memperoleh pemasukan dari penayangan iklan serta fitur premium tanpa iklan.

  SUMBER : http://www.beritateknologi.com/startup-asal-indonesia-pun-ternyata-ikut-serta-di-ajang-mwc-2016/

Read More ->>

Drone Robot Serba Bisa

Drone Robot Serba Bisa

   Perkembangan teknologi drone saat ini memang sangat mengejutkan. Drone pun tak hanya bisa terbang, saat ini banyak drone yang juga diciptakan dengan kemampuan lainnya seperti berenang ataupun menyelam. Bahkan saat ini telah ada drone multi talenta, bisa terbang selayaknya drone lain tapi juga mampu berenang dan menyelam di air.

   Drone tersebut adalah drone bernama Loon Copter, dikembangkan oleh Laboratorium Embedded System Research dari Universitas Oakland. Secara desain, drone yang satu ini memang tak ubahnya seperti sebuah quadcopter lain yang bisa dijumpai di pasaran. Namun kemampuan multi talenta yang ada pada drone ini, tak bisa disaingi oleh drone lain.

   Dalam sebuah video YouTube, Loon Copter ini pun memperlihatkan kemampuannya, baik terbang di udara, berenang di atas permukaan air hingga menyelam selayaknya sebuah kapal selam. Dengan kemampuannya itu, drone ini pun bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

   Untuk bisa menyelam di dalam air, drone ini pun dilengkapi dengan buoyancy chamber. Pada saat menyelam, buoyancy chamber tersebut pun bakal terisi dengan air. Dan selanjutnya, pada saat di dalam air, drone ini akan berubah posisi 90 derajat sehingga baling-baling drone berada di bagian depan.

   Namun drone ini masih terus dalam proses pengembangan. Salah satunya adalah karena drone ini masih belum mempunyai kemampuan untuk mentransmisi video secara live. Ke depannya, drone Loon Copter ini bakal dibarengi dengan modem akustik atau repeater buoy yang memungkinkan adanya fitur live streaming.

Read More ->>

Pemindai Otak

Pemindai Otak

   Akhir-akhir ini gencar smartphone dengan fitur pemindai sidik jari. Selain berguna sebagai akses ke sebuah perangkat, biasanya pemindai sidik jari digunakan juga digunakan pada perkantoran sebagai bukti absensi. Mungkin banyak dari Anda yang berpikiran bahwa dengan pemindai sidik jari sudah aman, namun tidak karena kabarnya pemindai sidik jari pun dapat dikelabuhi.
   Nah kini ada salah satu terobosan lagi yang mana pemindaian tidak menggunakan sidik jari saja, namun otak manusia juga dapat dipindai. Seperti yang dilaporkan oleh Gizmodo, Kamis (4/2/2016), bahwa pemindaian otak bukanlah lagi suatu impian. Adalah Universitas Binghamton, New York, yang kabarnya telah melakukan inovasi pada sistem pemindaian otak manusia.



   Mungkin Anda berpikir, mengapa tidak menggunakan sistem pemindaian wajah saja? Perlu diketahui bahwa dengan menggunakan sistem pemindaian wajah adalah hal yang tidak efektif. Selain itu diperlukan sebuah perangkat keras yang mutakhir, seperti kamera yang jernih. Tidak hanya itu, pemindaian dengan wajah ini sangat mudah sekali dikelabuhi, sehingga sangat rentan untuk ditembus.
   Proses dari pemindaian otak ini pada dasarnya memicu stimulus masing-masing orang. Pada tahap awal pengujian ini, pihak Universitas Binghamton mengatakan bahwa mulanya tiap orang disajikan 500 bentuk gambar yang berbeda, yang disebut dengan tes electroencephalograms (EEG). Setiap gambar tersebut akan berkedip atau berganti setiap setengah detik, dan sistem memantau respon otak saat melihat gambar tersebut. Pastinya setiap orang memiliki respon yang berbeda dari masing-masing gambar yang muncul, misal saja orang yang takut terhadap cicak pastinya memiliki respon yang berbeda dibanding dengan orang biasa. Nah dari situlah sistem merekam semua respon otak, yang digunakan sebagai data EEG tersebut.
   Dari pengujian yang dilakukan, 30 orang dari 32 orang berhasil melakukan pengujian tes hingga 100%. Bila tingkat kesuksesan ini terus bertambah, maka bukan tidak mungkin bila sistem ini bakal diterapkan sebagai akses masuk ke berbagai perangkat atau mungkin sebagai absensi di perkantoran. Yang menjadi kelemahannya adalah butuh waktu yang cukup lama karena harus menghadapi 500 gambar, dan mungkin saja bisa gagal masuk.

SUMBER : http://www.beritateknologi.com/lupakan-pemindai-sidik-jari-kini-ada-juga-pemindai-otak/
Read More ->>

Mac OS X Terancam Ransomware KeRanger, Peras Para Penggunanya

Mac OS X Terancam Ransomware KeRanger, Peras Para Penggunanya

  Sistem operasi yang ada pada perangkat komputer tidak selalu menjamin keamanan para penggunanya. Berbagai cara dilakukan para penyerang dengan mengiming-imingi “sesuatu”, agar para pengguna terjebak oleh perangkap yang telah disediakan. Begitu halnya dengan para pengguna sistem operasi dari Apple, Mac OS X, yang mana baru-baru ini sedang diresahkan oleh kehadiran ransomware yang bisa dikatakan mengganggu.

 

   Bagaimana tidak mengganggu, ransomware yang diberi nama KeRanger ini bakal melakukan enkripsi pada file dokumen para pengguna Mac OS X yang terjangkit ransomware ini. Tidak hanya itu saja, untuk membukanya, pengguna yang terserang ransomware ini wajib membayar tebusan sebesar 1 Bitcoin atau setara 5,3 juta Rupiah. Seperti yang diberitakan oleh Tom’s Hardware (8/3/2016), disebutkan bahwa menurut penelitian lembaga keamanan Palo Alto Networks, KeRanger ini adalah ransomware pertama yang bekerja secara penuh di sistem operasi Mac OS X.
   Palo Alto Networks mengatakan bahwa ransomware ini berasal dari sebuah program Transmission BitTorrent yang mana program ini sendiri bersifat open source. Situs resmi program tersebut menjanjikan bahwa program tersebut aman, namun nyatanya dua program bersih yang tersedia sudah diganti dengan dua program yang telah disisipi KeRanger.
   KeRanger bisa lolos dari pemindaian Apple Gatekeeper yang ada di sistem operasi Macintosh karena program ini telah dilengkapi dengan sertifikat pengembang resmi. Padahal peran Gatekeeper di sini sebagai benteng pertahanan Macintosh, sehingga para pengguna tidak dapat memasang program secara bebas dari sumber yang tidak diketahui, termasuk program yang terinfeksi dengan malware.
   Namun untungnya Apple langsung bertindak cepat dengan memblokir sertifikat yang melekat pada program Transmission tersebut. Apple juga telah memperbarui antivirus XProtect untuk mendeteksi ransomware KeRanger ini. Bagi para pengguna yang telah mengunduh program yang telah terinfeksi ransomware ini bakal diberi peringatan dan menyarankan untuk menghapusnya.

  SUMBER : http://www.beritateknologi.com/mac-os-x-terancam-ransomware-keranger-peras-para-penggunanya/

Read More ->>

Chronos, Komputer Mini dari Origin PC dengan Spesifikasi Monster

Chronos, Komputer Mini dari Origin PC dengan Spesifikasi Monster

  Penggunaan komputer gaming sekarang sudah bisa dikatakan menjamur dikalangan masyarakat. Tidak seperti dulu yang memiliki casing besar, komputer gaming sekarang juga menawarkan dengan ukuran yang kecil. Sehingga bagi yang memiliki keterbatasan ruang, komputer gaming dengan casing mini adalah pilihan utama.

  Seperti komputer gaming dari Origin PC, yang mana baru saja merilis varian terbaru, Chronos. Bagi yang belum tahu, Origin PC sendiri adalah salah satu penyedia jasa komputer dan laptop rakitan, yang mana dibekali dengan spesifikasi yang bisa dikatakan tidak sembarangan. Sebelumnya kita juga sempat membahas laptop keluaran Origin PC, EVO15-S yang dirilis pada bulan November lalu.
Dilansir dari Guru3D, Selasa (8/3/2016), disebutkan bahwa Chronos ini bakal disandingkan dengan komponen papan atas. Sebut saja penggunaan prosesor papan atas Intel SkylakeCore i7 6700K yang memiliki chipset 1151, atau bisa juga dengan menggunakan prosesor kelas ekstrim dari Intel Core i7 5960X dengan chipset X99.
 

  Untuk motherboard, Origin PC menggunakan AsRock X99 ITX/ac untuk yang berchipset Intel X99. Sedangkan untuk chipset Z170, mereka menyediakan pilihan Gigabyte Z170N-Gaming 5 atau MSI Z170I Gaming Pro AC. RAM yang dapat dipasangi pada Chronos maksimal hanya 32GB, hal ini karena keterbatasan dukungan memori pada motherboard jenis ITX.

 

Nah soal pengolah grafis, Origin PC tidak sembarangan karena Chronos ini dibekali dengan VGA card dari Nvidia GeForce Titan X. Kita tahu bahwa VGA card tersebut adalah kartu grafis papan atas dari Nvidia untuk saat ini. Bermain game diresolusi tinggi pun bukan masalah bagi komputer mini ini.
Chronos ini sudah tersedia pada situs Origin PC dengan harga paling murah adalah 1.609 USD atau setara 21 juta Rupiah untuk yang menggunakan prosesor Intel Core i7 6700K. Sedangkan untuk yang menggunakan prosesor kelas ekstrim Intel Core i7 5690X dibanderol dengan harga 2525 USD atau berksiar 33 juta Rupiah.

Sumber : http://www.beritateknologi.com/chronos-komputer-mini-dari-origin-pc-dengan-spesifikasi-monster/

Read More ->>